Sakit gigi? Ampun deh sakitnya gak ketulungan. Apalagi, kalau sakit ini akibat gigi berlubang. Huf, tentunya tak menyenangkan bukan?

Penyebab gigi berlubang adalah sisa makanan yang menetap di gigi, yang oleh bakteri di mulut diubah menjadi asam yang membentuk plak. Plak ini mengandung mikroorganisme yang mengikis email gigi yang kemudian menyebabkan gigi berlubang.

Awalnya, lubang gigi kecil dan tidak dirasakan oleh si penderita, hanya saja kalau ia makan sesuatu yang manis, sangat dingin, atau sangat panas, ia akan merasakan ngilu. Dari hari ke hari lubang ini makin lama makin besar hingga terjadi peradangan yang mengenai saraf gigi dan penderita pun mengalami sakit gigi.

Selain karena gigi berlubang, sakit gigi bisa disebabkan tumbuhnya gigi geraham bungsu.

Bagaimana mengatasinya? Cobalah kumur dengan air hangat yang diberi garam, cara ini lumayan dapat mengurangi rasa sakit.

Cara lain, ambillah kapas lalu celupkan ke minyak cengkih. Oleskan kapas itu ke gigi yang berlubang. Minyak cengkih mengandung minyak atsiri yang berkhasiat sebagai anestesi lokal sehingga dapat menghilangkan sakit gigi sementara waktu. Hati-hati jangan menggunakan cara ini lebih dari 3 hari karena bisa melukai gigi.

Bila ingin mencoba obat tradisional, ambillah daun jambu biji (Psidium guajava, Linn.). Cuci bersih........

Selengkapnya, silakan baca disini

Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat, dimana tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat pula terjadi pada anak. Karies yang terjadi pada anak-anak ini biasa disebut Nursing Mouth Caries (NMC), Nursing Bottle Syndrome, Bottle Milk Caries, Baby Bottle Tooth Decay, Sugar Bottle Caries, dan Breast Milk Caries.


Di beberapa daerah (mungkin kebanyakan daerah di Indonesia), kunjungan ke dokter gigi terutama pada anak2 masih belum dilakukan sebagai kegiatan rutin. Beberapa orang tua menghindar untuk membawa anaknya ke dokter gigi hanya untuk menghemat keuangan mereka. Padahal, perawatan preventif dini juga dapat dikatakan sebagai investasi kesehatan. Penelitian tahun 2004 menunjukkan bahwa anak2 yang melakukan kunjungan pertama sebelum usia 1 tahun memiliki beban biaya perawatan gigi dalam 5 tahun pertama yang lebih rendah 40%.
Beberapa artikel menyebutkan bahwa mengunyah permen karet dapat menyebabkan keriput, terutama di daerah sekitar mulut. Ada pula yang menyebubkan bahwa dengan mengunyah permen karet dapat melangsingkan tubuh, karena dapat mengurangi nyemil, mengurangi asupan kalori dan membakar kalori. Serta, mengunyah permen karet dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, terutama saat mengunyah permen karet dengan perut kosong.

Banyak manfaat dan kerugian dari permen karet. Tapi, apakah permen karet bermanfaat bagi kesehatan gigi mulut?
Pada postingan sebelumnya, saya telah sampaikan bagaimana perawatan gigi dan mulut bisa menyebabkan dokter gigi ataupun pasien tertular infeksi HIV. Penularan bisa lewat dua arah, dokter ke pasien, atau pasien ke dokter. Tindakan pencegahan pada dasarnya meliputi lima komponen, yaitu;